Monday, November 15, 2010

Seiko Prospex Marinemaster SBBN017 Tuna Can



Sudah lama saya menginginkan untuk memiliki arloji ini. Waktu itu sekitar tahun 2007, seorang teman kantor saya lihat memakai jam 'aneh' dan menarik perhatian saya. Saya coba pinjam dan perhatikan detail2nya, sangat menarik. Saat itu jam yang dipakai rekan tersebut adalah Seiko SBBN007, yaitu tipe yang lebih tua satu generasi dibandingkan milik saya. Saya sangat suka jam ini, namun tidak terlalu ngoyo untuk memilikinya, sehingga niat untuk membeli sempat tertunda sekitar 3 tahun. Lagipula saya lebih fokus kepada arloji2 antik yang menurut saya lebih menarik. Arloji antik memerlukan kalkulasi yang tepat untuk diakuisisi, momentum itu kadang hanya datang sekali. Kalau jam2 yang masih dijual barunya di toko, bisa kapan saja dibeli. Saya pernah hampir membeli arloji ini ketika sedang plesir ke Hongkong, namun harga yang ditawarkan cukup membuat dahi berkerut. Tapi kapan lagi? Arloji ini tidak bisa dibeli dengan bebas di Indonesia, karena memang khusus dipasarkan di Jepang (JDM). Lagi2 saya mengurungkan niat saat itu. Gak disangka, beberapa minggu yang lalu datang kesempatan untuk memiliki, tentunya dengan harga yang menurut saya sangat reasonable.


Seiko SBBN017 ini adalah salah satu dari 2 model Seiko Tuna 300m yang diproduksi saat ini. Model lainnya adalah SBBN015. SBBN015 menggunakan bezel insert warna hitam, dijual dengan menggunakan rantai, dan finishing shroud dengan tyle brushed. Arloji saya menggunakan bezel insert warna steel, dijual menggunakan rubber strap, finishing shroud menggunakan bead blasted.
Arloji ini digerakkan oleh movement quartz 7C46. Banyak yang mengatakan bahwa movement ini merupakan high end quartz. Menurut saya tidak, lebih tepat jika dikatakan bahwa movement ini adalah work horse. Durabilitasnya amat tinggi. HEQ lebih diutamakan ke akurasi, sedangkan 7C46 ini lebih mengutamakan daya tahan serta kehandalan. Walaupun demikian, 7C46 adalah movement yang didedikasikan khusus untuk Seiko shrouded diver. Sehingga tidak ada jenis/tipe seiko lain yang menggunakan movement ini selain dari tipe tuna. Movement juga terbuat dari metal secara keseluruhan, menggunakan 7 jewels, sehingga dapat dikatakan bahwa ini bukan movement quartz kebanyakan. Daya tahan batre juga cukup lama, yaitu 5 tahun.

Domed hardlex crystal yang digunakan juga sangat menarik perhatian saya, awalnya agak janggal tapi lama2 jadi semakin bagus (pendapat pribadi). Finishing secara overall sangat memenuhi nilai value for money. Saya tidak mau mengatakan sangat bagus dibandingkan arloji A. B, C atau D. Menurut saya bagus dibandingkan harga yang kita bayarkan untuk arloji ini. Karena masih ada seiko Tuna 1000m yang menurut saya sangat bagus dan lebih value for money dibandingkan tuna 300m. Tunggu postingan berikutnya!

Thursday, August 12, 2010

Titus Chronograph Racing Dial w/ Valjoux 7733


Cukup lama saya berusaha mendapatkan arloji ini dari seorang rekan. Beberapa kali negosiasi yang gagal, sampai pernah jam ini statusnya berubah jadi 'gak dijual' oleh pemiliknya. Jarang sekali, bahkan baru sekali ini saya menemukan arloji Titus dengan fungsi chronograph. Uniknya, counter chronograph hanya dapat mengitung sampai dengan 45 menit. Arloji dengan fungsi chrono seperti ini sering dijuluki dengan istilah "soccer chronograph" alias penghitung waktu untuk permainan sepakbola (karena setiap babak lamanya 45 menit).
Kondisi arloji ini dalam keadaan utuh dan sangat mulus. Casing terbuat dari all stainless steel dalam kondisi unpolished, dan hanya terdapat minor scratch. Mesin valjoux 7733 manual wind, rantai asli Titus dengan model folded di setiap bagian link-nya.




Wednesday, June 16, 2010

Omega Speedmaster Professional Cal. 321; 105.012-66



Ref 105.012 adalah Speedmaster pertama yang menyandang nama Professional. Selain itu, ini merupakan model Speedmaster pertama yang menggunakan bombe lugs, serta memiliki crown guard. Speedmaster koleksi saya ini masih full original dan sama sekali belum pernah dipoles casingnya, bahkan belum pernah diservis mesinnya. Jalannya masih sangat akurat dan power reserve lebih dari 48 jam. Movement masih menggunakan cal.321 yang berbasis dari lemania 27 CHRO C12 / Lemania 2310. "27 CHRO C12" artinya, diameter movement 27mm, chronograph, dan menggunakan 12 hours totalizer.

Sekilas model Speedmaster Professional tidak pernah berubah bahkan hingga model terbaru yang sekarang masih dipasarkan. Namun apabila diperhatikan, cukup banyak detail2 yang membedakan Speedmaster cal.321 dengan generasi berikutnya, dan akan sangat terlihat apabila melihat presence dari jam ini secara langsung. Perbedaan2 tersebut a.l:
  • Logo Omega masih menggunakan applied logo, berbeda dengan generasi yang menggunakan cal.861 yang mana logo Omega sudah dicetak sablon
  • Dial masih menggunakan design pie-pan. Agak susah mengenalinya lewat foto.
  • Index-index hour marker lebih panjang dan memotong index-index minute marker.
  • Ukuran lugs yang sedikit lebih lebar dan lebih tebal dibandingkan dengan speedmaster 861. Perbedaan inilah yang cukup mencolok dan membuat Speedy 321 terlihat berbeda ketika dipakai dibandingkan dengan speedy 861
Rantai yang digunakan pada arloji ini menggunakan ref.1039 dengan end link 516. Saat ini sangat sulit mendapatkan rantai model ini dalam kondisi baik dan masih utuh. Bagian mata rantai yang dekat dengan buckle menggunakan flexible fit.

Thursday, May 20, 2010

Seiko SARB031; Poor Man's Grand Seiko


Seiko SRB031 ditujukan khusus untuk pasaran dometik Jepang. Menggunakan automatic caliber 6R15 yang dapat di hand winding dan memiliki hacking feature. Diameter 36mm tanpa crown sangat pas sebagai dress watch. Karena keseluruhan penampang jam 'terisi' oleh dial, sama sekali tidak mengesankan ukuran 36mm yang bagi sebagian orang dianggap terlalu kecil. Banyak 'bonus' yang didapat dari arloji ini, yang menurut saya amat layak dibandingkan dengan harganya. Selain fitur hand winding dan hacking, jam ini menggunakan signed crown berlogo 'S'. Detail pembuatan juga sangat baik. Kesimpulan saya, ini jam yang murah tapi gak murahan..



Tuesday, May 18, 2010

My Favorite Rolex, GMT Master 1675 Pepsi

Salah satu arloji vintage favorit saya adalah Rolex GMT 1675. Ref. 1675 merupakan generasi ke-2 dari tipe Rolex GMT Master. Ref. sebelumnya adalah GMT Master 6542 yang mulai diperkenalkan tahun 1954 dan produksiya berakhir pada 1959. Sedangkan ref 1675 mulai diproduksi pada tahun 1959 dan produksi berakhir pada 1980. Ini merupakan tipe GMT Master dengan masa produksi terpanjang (+/- 21th).
Beberapa alasan kenapa saya menyukai GMT Master, a.l :
  • Design original dan sangat iconic. GMT Master adalah arloji pertama dengan fungsi penunjuk 2 waktu berbeda.
  • Fungsi dual time sangat cocok untuk traveling, gak perlu lagi setel2 jam untuk dicocokkan dengan zona waktu setempat. Tinggal putar bezel, waktu setempat dan waktu di Jakarta langsung bisa dibaca bersamaan.
  • Mesin caliber 1570 sangat tangguh (sejauh pengalaman saya), ibarat mobil ketahanan mesin 1570 bisa dianalogikan dengan mesin Kijang atau Mercedes (kok jauh amat ya?). But that's the fact (lagi2 sejauh pengalaman saya..)
  • Arloji ini cocok digunakan untuk segala situasi, terlebih bila kemampuan water proof masih dipertahankan.
  • Ukuran sangat pas, tidak terlalu kecil/besar, tidak terlalu tebal/tipis. Pas!!
Sudah beberapa kali saya memiliki GMT Master vintage, dari tipe 16750, 16753, dan beberapa 1675 termasuk yang pointed guard. Jam yang satu ini merupakan 1675 terbaik yang pernah saya miliki. Beberapa kali memiliki GMT Master, namun jam ini tetap saya keep. Jadi secara gak langsung ini adalah GMT 1675 yang paling lama ikut saya. Karena sayang mau dipakai, saya tetap menyimpan GMT 1675 lain sebagai pengganti dan jam ini hanya dipakai sekali2.. :-)

Semua yang ada pada jam ini masih original bawaannya, casingnya masih mulus dan sama sekali belum dipoles. Bezel pepsi juga asli bawaannya dan masih cerah warna merah-birunya. Jam ini memiliki nomer seri 5,2xx,xxx, buatan tahun 1977. Dialnya merupakan generasi ke-4 untuk tipe 1675 (MK IV) . Rantai oyster tebal juga masih sangat kencang. Nanti kapan2 saya foto bareng dengan box aslinya, papernya masih dalam proses pencarian oleh pemiliknya terdahulu. Mudah2an ketemu..


Tuesday, February 09, 2010

Rolex 1675 Pointy Guard on Duty



Rolex dikenal sebagai pionir atau yang pertama kali menciptakan arloji dengan fungsi dual time. Istilah yang lazim dipakai adalah arloji dengan fungsi GMT. Saat traveling, fungsi seperti ini sangat berguna. Saat ini saya menggunakan Rolex 1675 GMT buatan th 1960, dikenal luas sebagai GMT Pointed Crown Guard. Perbedaan waktu 13 jam dengan Jakarta hanya tinggal memutar bezel.

Thursday, January 21, 2010

Snapshots. Mulai Update Blog Lagi

Sudah hampir 2 bulan blog ini gak saya update. Karena kesibukan, selalu gak sempat setiap kali ingin posting arloji2 yang baru saya dapat maupun yang ingin saya jual. Hari ini agak santai, tapi belum bisa membahas secara detail tiap2 arloji. Sedikit foto2 supaya tampilan blog lebih 'segar'..








Monday, November 02, 2009

Breitling Navitimer 806 --> Venus 178 Movement


Arloji idaman sering saya dapat pada saat yang gak diduga. Weekend kemarin ketika sedang iseng main ke tempat seorang teman, saya gak 'ngeh' kalau jam ini ada di hadapan karena terlalu asik dengan obrolan. Ternyata yang dipakai oleh teman itu adalah navitimer 806 yang saya baru lihat 2 kali secara langsung. Langsung proses merayu dimulai, dan hari ini arloji berganti kepemilikan.

Navitimer 806 ini menggunakan movement Venus 178 yang sangat kolektibel dan bernilai di mata penggemar Breitling. Movement manual winding hanya dengan 17 jewels, namun memiliki akurasi dan daya tahan luar biasa. Casing masih 'perawan' alias belum pernah dipoles. Aging pada index merupakan hal yang lumrah terjadi pada navitimer2 antik. Entah mengapa, warna patina-nya berubah menjadi kehitaman. Mungkin bahan tritium yang digunakan tidak sebaik Rolex atau Omega yang cenderung berubah menjadi kuning kecoklatan. Kondisi mesin, dial, jarum dan kaca mikanya masih sangat baik.